English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, January 31, 2012

Marah yang Bermanfaat

Saat ini tampaknya banyak orang yang mudah marah atau terpancing emosinya. Bisa jadi marah karena masalah yang besar atau bahkan marah karena hal yang sepele. Contoh yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari – hari misalnya adalah kemarahan di jalan raya. Seseorang yang sedang berkendara atau berjalan kaki, yang semula tenang dapat berubah dan marah – marah karena ada pengendara lain yang memotong jalan atau hampir menabraknya. Kejadian yang lebih parah adalah ketika akhirnya hari itu menjadi kacau akibat kemarahan tersebut.

Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah apakah seseorang tidak boleh marah? Apakah amarah selalu berakibat buruk?

Jawabannya adalah seseorang boleh saja marah dan amarah tidak selalu harus berakibat buruk. Tetapi bagaimana caranya agar amarah tidak membuat kacau dan justru malah bermanfaat bagi seseorang? Ini yang perlu kita pelajari.

Amarah adalah salah satu bentuk emosi yang dimiliki oleh seseorang. Emosi sendiri memiliki kekuatan yang sangat dahsyat untuk membangun atau menghancurkan kehidupan seseorang. Ketika emosi dikelola dengan baik, kekuatannya dapat membangun kehidupan seseorang menjadi lebih baik, tetapi begitu juga sebaliknya ketika emosi tidak dikelola dengan baik.

Marah yang bermanfaat adalah marah yang tepat dan sudah dikelola dengan baik. Hal ini jelas tidak mudah, butuh waktu, kesabaran dan hati yang lapang, tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Langkah pertama yang perlu dilatih terus menerus adalah menyadari ketika kita merasa marah. 

Sadari bahwa saat ini aku sedang marah. Proses menyadari adalah langkah awal untuk mengendalikan dan mengelola amarah.
Setelah menyadari, seseorang perlu memahami dan menerima alasan kenapa ia marah. Inilah langkah yang kedua, proses memahami dan menerima bahwa ada sesuatu yang membuatnya marah. 

Termasuk dalam proses memahami adalah mengevaluasi penyebab kemarahannya. Seorang Ibu yang baru pulang bekerja mulai merasa marah ketika anaknya yang masih balita merengek – rengek padanya, padahal ia merasa sangat lelah. Ibu ini dapat saja langsung memarahi anaknya dan meminta anaknya untuk tidak mengganggunya. Tetapi hal tersebut dapat berbuntut anak tambah menangis dan si-Ibu semakin frustasi. 

Ketika si-Ibu mau mencoba menyadari, kemudian mencoba memahami kejadian tersebut, ia akan dapat melihat bahwa anaknya merengek – rengek bukan karena nakal, tetapi anaknya rindu padanya. 

Berdasarkan kisah dari beberapa orang, terungkap bahwa terkadang sesuatu yang membuat marah justru punya alasan atau maksud yang berbeda. Banyak yang menyesal karena sudah marah – marah untuk alasan yang tidak tepat, misalnya marah karena ada orang yang menunjuk – nunjukkan jari padanya, padahal orang tersebut bermaksud memberitahu bahwa ada bahaya yang mengancamnya dari belakang. Alasan sebenarnya inilah yang perlu kita pahami agar tidak asal marah dan buang – buang energi.

Langkah yang ketiga adalah mengelola atau mengekspresikan amarah dengan tepat. Jika kita punya alasan yang tepat, misalnya bukan hanya meluapkan emosi, tetapi juga demi pembelajaran bagi orang lain, kita dapat mengungkapkan kemarahan kita. 

Kemarahan yang bermanfaat tentu saja bukan kemarahan yang ingin membalas atau menyakiti orang lain, melainkan marah yang mendidik dan membangun.

Cara lain yang dapat kita lakukan adalah mengelola dengan mengubah amarah yang kita rasakan menjadi hal yang positif bagi diri kita. Kita dapat mencoba melihat sisi positif dari kejadian yang membuat kita marah, mengambil hikmah atau pembelajaran dari kejadian tersebut. 

Kita juga dapat mengubah energi kemarahan yang kita rasakan menjadi energi yang dapat memotivasi kita melakukan hal yang bermanfaat. Daripada marah – marah pada pengendara motor yang memotong jalan dan sudah tidak tampak lagi, lebih baik energi yang ada digunakan untuk lebih waspada, mencermati jalan, menyalurkan hobi menyanyi, atau menyelesaikan pekerjaan di kantor.

Intinya adalah jangan terjebak pada kemarahan yang dapat merusak hari dan diri kita, tetapi manfaatkanlah kemarahan dengan cara yang tepat. Sadari, pahami dan kelola dengan tepat emosi marah yang kita rasakan karena kemampuan ini adalah bagian dari kecerdasan emosi yang kita miliki.  
 

Oleh: P. Henrietta Siswadi, S. Psi, dosen pada Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Perempuan, Tak Mudah Korupsi

Perempuan dikatakan memiliki hasrat lebih rendah untuk menerima suap atau melakukan tindak pidana korupsi.

Hasil penelitian Bank Dunia 1999 Corruption And Woman In Goverment menyatakan jumlah anggota parlemen perempuan yang lebih banyak di suatu negara berpotensi kuat menurunkan tingkat korupsi.

"Seharusnya dimaksimalkan (peranan) karena mampu menjadi pengontrol dan pengarah bagi lelaki yang sering gelap mata dan salah langkah," ujar Aviliani dari INDEF.

Sayang, jumlah legislator perempuan periode 2004-2009 hanya 61 orang (11 persen). Ini termasuk angka yang sangat kecil. "Peranannya belum signifikan, padahal sejauh ini belum ada anggota DPR perempuan yang terlibat korupsi," tambahnya.

Aviliani menegaskan, meningkatnya perilaku korupsi di DPR RI saat ini, lebih karena biaya politik legislator yang sangat besar yang didukung oleh posisinya sebagai petugas pembuat undang-undang. Jumlah modal yang dibutuhkan seorang caleg mencapai Rp 5-6 miliar.

"Mereka menyalahgunakan (posisinya) untuk menekan eksekutif karena tanpa biaya, UU tidak akan sah tepat waktu. Sementara permintaan partai macam-macam seperti setoran ke parpol dan tim sukses," papar Aviliani.

Aktivis perempuan Siti Musdah Mulia mengatakan, rasa malu menjadi kekuatan yang efektif bagi legislator perempuan untuk tidak melakukan perilaku korupsi.

"Mereka malu terlibat dalam deal-deal proyek dengan mitra kerja, malu untuk minta-minta komisi atau menekan rekanan pemerintah dan malu jika pekerjaan mereka terlihat tidak berhasil," katanya.

Korupsi, menurut Musdah, muncul karena faktor individu yang berorientasi kultural pada kekuasaan dan kekayaan, memiliki sifat hipokrit dan tidak punya rasa malu.

Sementara Ketua KPK, Antasari Azhar, mengharap, legislator perempuan tidak hanya sekedar pemenuh syarat kuota, melainkan bisa menjadi lokomotif antikorupsi.

"Menjadi penyaring kebijakan-kebijakan yang berpotensi menimbulkan korupsi dan mendorong masuknya nilai-nilai antikorupsi dalam etika perpolitikan," pungkasnya.

Sumber: health.kompas.com

Kekerasan Dalam Rumah Tangga Meningkat

Laporan kasus kekerasan terhadap perempuan yang diterima Komisi Nasional Perempuan dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam dua tahun terakhir, peningkatan laporan kasus kekerasan terhadap perempuan naik sekitar 100 persen.

Sebagian besar kasus yang dilaporkan adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ketua Subkomisi Pengembangan Pemulihan Komnas Perempuan Azriana, ditemui disela-sela deklarasi Pemilihan Umum Damai bagi para calon anggota legislatif kaum perempuan di Banda Aceh, Sabtu (28/3) mengatakan, tingginya laporan yang masuk lebih disebabkan mudahnya akses informasi bagi lembaga-lembaga pendamping para korban.  

Naiknya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dalam dua tahun terakhir ini, sepertinya tidak disebabkan tingginya kasus yang terjadi. Akan tetapi, semakin mudah lembaga-lembaga mengakses informasi dan korban juga semakin mudah untuk berinteraksi dengan lembaga pendamping, tuturnya.

Dia menjelaskan, tahun 2007 lalu, Komnas Perempuan menerima sekitar 26.000 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan. Jumlah itu naik lebih 100 persen pada tahun 2008 lalu menjadi sekitar 56.000 kasus. Utamanya adalah kasus KDRT, katanya.

Laporan terbanyak yang masuk adalah berasal dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Sementara pulau lainnya, seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku, terbilang kecil karena a kses informasi dari dan kepada lembaga serta korban, terbilang cukup sulit.

Sumber: health.kompas.com

Anak Hiperaktif Bisa Jadi Akibat Kurang Tidur

Tidur siang pada anak-anak ternyata tak cuma bermanfaat terhadap kebugaran saja. Penelitian menunjukkan anak yang jarang tidur siang cenderung bermasalah dalam menjalankan fungsi psikososialnya.

Hal itu merupakan kesimpulan dari peneliti yang dipresentasikan dalam SLEEP 2009, pertemuan tahunan dari Associated Professional Sleep Societies yang berlangsung di Seattle, AS, pekan lalu.

Psikososial bisa didefinisikan sebagai hal yang berhubungan dengan kejiwaan dan sosial. Kejiwaan tentu saja berasal dari dalam diri, sedangkan aspek sosial berasal dari luar. Kedua aspek ini sangat berpengaruh dalam masa pertumbuhan anak. 

Dalam penelitiannya, para ahli dari Pennsylvania State University meneliti dampak dari tidur siang pada 62 anak, di mana 23 persennya jarang tidur siang. 

Secara umum waktu tidur dua kelompok ini dalam 24 jam memang tidak banyak berbeda, tetapi uji perilaku yang dilakukan menunjukkan anak yang jarang tidur siang lebih banyak yang mengalami gangguan perilaku seperti hiperaktif dan depresi.

"Hasil dari studi ini adalah adanya hubungan antara dua hal. Kami tidak bisa membuat kesimpulan sebab akibat. Jadi tidak bisa dikatakan anak yang hiperaktif dan sulit diatur disebabkan karena mereka tidak tidur siang. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan," kata Dr.Brian Crosby, salah seorang peneliti.

Meski demikian, Crosby mengungkapkan bahwa tidur siang sangat penting pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sayangnya, kebanyakan anak berusia di atas 4 tahun mulai jarang tidur siang. 

Kurangnya waktu tidur siang anak disebabkan karena berbagai hal, seperti padatnya aktivitas anak sepulang sekolah atau memang dilarang orangtuanya karena banyak anak yang tidur siang justru sulit tidur di waktu malam.

Penyakit Hipogenetik Rendahkan Wanita

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Sulawesi Tengah (Sulteng), dr Abdullah DHSM, mengajak semua elemen masyarakat di daerahnya untuk memulai memutuskan penyakit "Hipogenetik", guna mendorong kaum lelaki menghargai program pengarusutamaan jender (PUJ).
   
"Perlu kita putuskan, sebab penyakit ’turunan’ dari dulu ini tidak disadari sudah menurunkan derajat kaum perempuan," kata dia dalam sebuah acara sosialisasi PUJ di Pal.

Penyakit hipogenetik, menurut dr Abdullah, yaitu sebuah perilaku yang hanya terus berharap. Penyakit ini banyak diidap oleh kaum laki-laki dan dampaknya sudah merugikan orang lain, terutama kaum perempuan.
   
Misalnya, ketika ingin minum teh di rumah, si suami hanya berharap dibuatkan oleh sang istri atau anak perempuannya, padahal pekerjaan ringan semacam ini dapat dilakukannya sendiri.

Demikian pula jika hendak berangkat ke luar kota, si suami berharap kepada sang istri untuk memasukkan pakaian dan perlengkapan lainnya ke dalam koper.

"Ini sesuatu ketidakadilan gender, karena sudah mengabaikan hak-hak kaum perempuan," tuturnya.

Karena itu, katanya, semua laki-laki harus memahami kalau pekerjaan keseharian yang dilakukan perempuan tidak seringan seperti yang sering disaksikan, dan mereka pun memiliki hak yang mesti dilindungi oleh semua pihak.
    
"Coba bandingkan. Pekerjaan yang dilakukan seorang suami yaitu dari terbit matahari sampai terbenam matahari. Tapi pekerjaan istri yaitu dari terbitnya mata suami hingga terbenamnya mata suami," tuturnya melukiskan betapa beratnya pekerjaan seorang perempuan.
   
Ia menambahkan, negara sendiri sudah memberikan jaminan perlindungan terhadap hak-hak kaum perempuan, seperti persamaan dalam memperoleh pendidikan, kesehatan, pekerjaan, cuti, sampai kepada perlindungan keamanan terhadap dirinya.
   
"Jadi, tinggal laki-laki di dalam rumah dan di luar rumah yang menerjemah dan merealisasikan dalam bentuk pemberian perimbangan peran," katanya.
   
Menurut Abdullah yang mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng ini, untuk menghilangkan penyakit hipogenetik itu perlu dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara perlahan-lahan. Juga, paling bagus diawali dari rumah sendiri.
   
"Saya kira jika sudah terbiasa akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain di dalam rumah. Bahkan pekerjaan seperti membuat teh sendiri dan menyapu itu justru jika dilakukan secara rutin akan menyehatkan tubuh," katanya.


Sumber: Antara

Monday, January 30, 2012

Remaja Puber Perlu Arahan Positif

Kondisi psikologis remaja yang sedang puber cenderung mudah bosan dan emosinya labil. Karena itu butuh bimbingan yang tepat agar tidak berakibat fatal pada masa depan mereka. Demikian disampaikan Dr Yuliarto Dwi M saat memberikan materi mengenai kesehatan reproduksi remaja pada semiloka Semiloka Program Keluarga Berencana Nasional di Pendopo Kelurahan Banjarmendalan Lamongan, Kamis (28/8).

Pada masa puber, menurut Yuli, remaja sering bereaksi secara berlebihan dan selalu ingin mencoba sesuatu tanpa berfikir risikonya dengan matang. Mereka cenderung memiliki perilaku yang jika tidak dibimbing dengan baik akan berakibat fatal bagi masa depan mereka.

Yuli menyebutkan fakta penelitian yang dilakukan terhadap pelajar SMP di Bandung tahun 1991. Dari penelitian itu 10,53 persen diantara remaja masa puber pernah melakukan ciuman bibir, 5,6 persen pernah ciuman dalam (lidah) dan bahkan 3,86 persen pernah melakukan hubungan seks.

Untuk menghindarkan generasi muda dari masa depan yang suram, selain dengan taat beribadah juga perlu mengarahkan remaja mengisi waktu sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan melalui olahraga, kesenian maupun gerakan pramuka, kata Yuli.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lamongan Fadeli mengatakan menjawab semakin tingginya tuntutan terhadap revitalisasi gerakan pramuka untuk menjawab tantangan generasi muda sekarang, satuan-satuan karya (Saka) yang ada diinstruksikan lebih diaktifkan kembali. Dalam pramuka sebenarnya ada wadah yang sanggup memberi jawaban terhadap tuntutan generasi muda sekarang.  

Saka Kencana dan Saka Bhakti Husada perlu diaktifkan kembali. Saka Kencana berada di bawah Dinas Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial. Saka Bhakti Husada di bawah Dinas Kesehatan. Di Lamongan juga baru saja dibentuk Saka Wira Kartika dibawah Koman do Distrik Militer 0812 Lamongan, tuturnya

Sumber: health.kompas.com

Siapkan Gadis Kecil Anda untuk Haid Pertamanya

Gadis kecil Anda sudah mulai beranjak dewasa. Teman-teman sebayanya pun mulai mendapatkan haid pertamanya. Bagaimana Anda bisa tahu teman-temannya sudah mendapatkan haid? Ya... Suatu hari anak gadis Anda bertanya pada Anda apa yang harus dia lakukan jika haid pertamanya datang. Dan mungkin saja pengalaman pertamanya itu akan diperolehnya saat berada di sekolah. 

Tentu saja, sudah menjadi kewajiban Anda untuk membimbingnya agar ia mengerti apa yang harus ia lakukan ketika itu terjadi. Mari kerahkan kemampuan Anda untuk menjelaskannya!

Kurangi kekhawatiran gadis kecil Anda mengenai haid pertamanya dengan menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk itu. Berikan padanya sebuah dompet kecil yang berisi pembalut, tisu serta handuk kecil, lengkapi dengan sebotol kecil sabun cair dan pakaian dalam cadangan.

Pastikan ia membawa dompet kecil tersebut di dalam tas sekolahnya, atau letakkan di loker sekolahnya jika masing-masing siswa memiliki satu loker. Jelaskan pada mereka bagaimana cara menggunakan pembalut dan apa kegunaannya. Pastikan mereka mencoba memasangnya sendiri secara benar sehingga pakaian mereka tidak menghasilkan "bendera merah" nantinya.

Katakan pada mereka bahwa hal ini akan dialami setiap wanita dan wajar terjadi. Dengan memberi penjelasan, mereka tidak akan mengalami syok saat terjadi "perdarahan" di bawah sana. Jangan lupa untuk menjelaskan pada mereka bahwa kram perut bisa saja mereka alami. Untuk itu, pastikan mereka mengatakan pada Anda apa yang mereka rasakan saat mendapatkan haid sehingga mereka mempunyai teman untuk berbagi "rahasia kecil" wanita ini.

Ingatkan mereka tentang kemungkinan haid gadis kecil Anda datang saat dia berada di sekolah dan dia lupa membawa perlengkapan "perang"nya atau bahkan noda haid tembus ke seragamnya. Beritahukan padanya untuk tidak panik dan malu untuk membicarakan hal ini kepada guru mereka. Yakinkan mereka bahwa guru di sekolah akan membantu dia untuk mengatasi masalah ini, sehingga jangan segan untuk meminta bantuannya atau bila gadis kecil Anda terlalu malu untuk itu. Pastikan Anda siap untuk dipanggil olehnya, beritahukan padanya bahwa Anda siap bersamanya jika memang perlu.

Kalau sampai ia harus berganti seragam dan ia takut ditanya oleh teman-temannya, buatlah ia percaya diri dengan meyakinkannya bahwa jika ia terlalu malu untuk mengatakan pada temannya alasan ia berganti seragam. Tidak usah segan untuk menyatakan bahwa pakaiannya tadi terkena sesuatu dan kotor sekarang. Ingatkan padanya bahwa haid merupakan masalah pribadi dan tidak apa-apa jika ia tidak merasa nyaman untuk membicarakannya dengan teman - temannya mengenai insiden kecil itu.

Semoga hal ini bisa membantu Anda menyiapkan gadis kecil Anda menjadi seorang remaja. Tak terasa bukan bahwa ia sudah menjelang remaja? Memang hari-hari bisa berlalu sangat cepat.


Sumber: health.kompas.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites